Kerja: Bukan asal Cari Makan

28 07 2008

Bismillah…

Sudah hampir lima bulanan atau lebih dari itu… Aku marah sama Tuan Tan… Si borokokok itu marah-marah gak jelas sama aku di kantor dan di depan umum… Errrgggh…

Terus aku datengin minta kejelasan… Apa maksud dari kata-kata yang gak sopan itu… Aku merasa di rendahkan sebagai manusia dan sesama karyawan atau pekerja… :p

rrrrggghhh…

Kata dia, si Tan itu… Sedang ada masa[k]lah sama bisnisnya yang gagal total…

Terus dia kesal…

dan aku gak terima kalau jadi sasaran kekesalannya yang tanpa sebab asal-usulnya

aku korban!! arrrggghh…

katanya hidup dia itu buat kerja, dan kerja untuk cari makan… Makan tuh amarah looo yang gak bisa dikendaliin. Brengsek!!

Salahnya aku kebawa marah juga sudah di perlakukan gak sopan sama si Tuan Tan itu…

Aku bilang padanya… Aku juga kerja cari makan.. Tapi Lo jangan gitu dong caranga…

Biiiip… Ups… Salah.. Prinsipku… Kerja itu bukan sekedar cari makan… Kerja itu ibadah dan gak ada sesuatupun yang dikerjakan dengan menyebut nama Allah nilainya adalah menjadi ibadah!!

Aaarrrrgggghhh… Gara-gara marah kan prinsip jadi lupa… Huf… Astagfirullah… Tobat!!





Tugas: muliakah Harimu?

28 07 2008
Camkan dalam hati

Camkan dalam hati

Yaa Allah… Bisa gak ya aku menerapkannya dengan serius di sepanjang hidupku??





Makanya Inget Mati!!

28 07 2008

Serem ya kalau kita denger kata “Mati”.

Sepertinya kalau ngomongin kematian itu, kesannya gak ada obrolan lain deh.. Cendrung menghindar dari mengingat mati. Sebenernya normal gak sih kalau kita itu inget mulu sama mati? Sebenernya boleh apa enggak sih kita itu nginget-nginget yang namanya mati itu!?

Kan sereum…

Haaaa… Boleh aja kok!! Justru itu bagus kalau kita inget mati… Artinya kita jadi waspada sama yang namanya kematian itu kan!? Bahkan ada seorang alim yang menurutku agak aneh juga sih… Untuk meningkatkan kualitas ibadahnya, sang alim itu membuat sebuah lubang yang cukup dalam untuk dirinya, jika ibadahnya menurun, maka sang alim itu akan segera pergi ke lubang yang di buatnya itu, terus ia berbaring di dalamnya sambil mengingat-ingat kematian, seolah dirinya sudah berada di alam kubur. “Wahai tubuh, apa yang menghalangimu untuk beribadah kepada Allah, padahal jika dirimu sudah dikubur dan tanpa nyawa lagi, engkau tak akan bisa berbuat suatu apapun juga” Sesudah menasihati dirinya sendiri dengan mengingat kematian itu, sang alim terseguk-seguk menangis, menyesal, dan merasa bertambahlah imannya untuk senantiasa bersemangat dalam beribadah…

Karena sang alim tahu, kematian itu sangat dekat, dan jika sudah menjemputnya maka terputuslah segala amal kita didunia ini… Kekhawatiran sang alim, dalam keadaan apakah ketika kematian itu datang. Apakah dalam keadaan sebaik-baiknya, atau malah keadaan yang amat buruk (Naudzubillah).

Ini semua untuk mengingatkan diriku sendiri… Kematian itu pasti! “Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati” T_T hik… Aku tobat!!

Makanya inget mati dunk!! :D